Senin, 02 Februari 2009

a stupid moment to remember

mungkin ini sederhana,
hanya momen ketika tanganmu menyentuh milikku.
lalu kenapa ak merindukannya?
kurasa aku akan terus memikirkan tanganmu.
taukah kamu,tangan itu terasa begitu hangat dan nyaman?
aku mau lagi,,

a stupid moment to remember

mungkin ini sederhana,
hanya momen ketika tanganmu menyentuh milikku.
lalu kenapa ak merindukannya?
kurasa aku akan terus memikirkan tanganmu.
taukah kamu,tangan itu terasa begitu hangat dan nyaman?
aku mau lagi,,

Selasa, 30 Desember 2008

Mmmm..Maa..Nganu..Uh..

Sayang,
gengsi yang selalu menghalangi saya mengatakan

maaf..
Terimakasih..

/kalau saja kau sempat mampir di ruang ini/*

Catatan akhir tahun

Tinggal sehari sisa waktu kita
tinggal 25 jam lagi untuk mengetahui apakah mimpi ini akan terwujud,
dan kita sudah kehilangan 6 menitnya
sementara 'tiktuktiktuk' itu terus terdengar..

Tik..Tuk..Tik..Tuk..Tik..Tuk..

Sebelum tertular pikun dan gila
sebaiknya kita selesaikan urusan kita

hei,hei,
mau ke mana kamu?

Night blues,

Lalu malam datang
bersama keroncong dari perut kosong
tak ada hujan dan hutan
tak pulalah sendawa kenyang

syukurlah masih datang kantuk
hingga tak penting lagi esok

Senin, 01 Desember 2008

ketika ia perlahan pergi

Seringkali Tuhan menempatkan kita pada situasi yang sulit dimengerti. Seperti beberapa waktu yang lalu, ketika seorang sahabat mulai berubah jati diri. Entah sengaja atau tanpa sadar. Saat itu saya sebagai sahabatnya malah memilih untuk hidup dalam kungkungan keegoisan saya sendiri. Merasa tak mampu menolongnya, walaupun sekedar niatan. Sungguh saat-saat yang buruk di mana pada akhirnya tanpa sadar kita akan kehilangan mereka dengan cara yang begitu halus. Membayangkan saat membuka pintu rumah, mereka tak ada lagi di teras untuk menunggu kita. Menemukan lagi momen sendu bersama musik jam dinding, memaksaku tetap bertahan dalam keegoisan melankol yang sebenarnya tak akan jadi solusi apapun selain bertambah luasnya ruang privasi diri. Keluarkan aku dari ruang ini, Teman..

untuk Wijil

sssst..
saya tau nikmatnya
kau tertawalah

sssst..
saya tau perihnya
biar menangislah

sssst..
saya tau sakitnya
obatilah

sssst..
tak usah bercerita
simpan saja

sssst..
tersenyumlah