mungkin ini sederhana,
hanya momen ketika tanganmu menyentuh milikku.
lalu kenapa ak merindukannya?
kurasa aku akan terus memikirkan tanganmu.
taukah kamu,tangan itu terasa begitu hangat dan nyaman?
aku mau lagi,,
Senin, 02 Februari 2009
a stupid moment to remember
mungkin ini sederhana,
hanya momen ketika tanganmu menyentuh milikku.
lalu kenapa ak merindukannya?
kurasa aku akan terus memikirkan tanganmu.
taukah kamu,tangan itu terasa begitu hangat dan nyaman?
aku mau lagi,,
hanya momen ketika tanganmu menyentuh milikku.
lalu kenapa ak merindukannya?
kurasa aku akan terus memikirkan tanganmu.
taukah kamu,tangan itu terasa begitu hangat dan nyaman?
aku mau lagi,,
Label:
Love
Selasa, 30 Desember 2008
Mmmm..Maa..Nganu..Uh..
Sayang,
gengsi yang selalu menghalangi saya mengatakan
maaf..
Terimakasih..
/kalau saja kau sempat mampir di ruang ini/*
gengsi yang selalu menghalangi saya mengatakan
maaf..
Terimakasih..
/kalau saja kau sempat mampir di ruang ini/*
Catatan akhir tahun
Tinggal sehari sisa waktu kita
tinggal 25 jam lagi untuk mengetahui apakah mimpi ini akan terwujud,
dan kita sudah kehilangan 6 menitnya
sementara 'tiktuktiktuk' itu terus terdengar..
Tik..Tuk..Tik..Tuk..Tik..Tuk..
Sebelum tertular pikun dan gila
sebaiknya kita selesaikan urusan kita
hei,hei,
mau ke mana kamu?
tinggal 25 jam lagi untuk mengetahui apakah mimpi ini akan terwujud,
dan kita sudah kehilangan 6 menitnya
sementara 'tiktuktiktuk' itu terus terdengar..
Tik..Tuk..Tik..Tuk..Tik..Tuk..
Sebelum tertular pikun dan gila
sebaiknya kita selesaikan urusan kita
hei,hei,
mau ke mana kamu?
Label:
berpikir
Night blues,
Lalu malam datang
bersama keroncong dari perut kosong
tak ada hujan dan hutan
tak pulalah sendawa kenyang
syukurlah masih datang kantuk
hingga tak penting lagi esok
bersama keroncong dari perut kosong
tak ada hujan dan hutan
tak pulalah sendawa kenyang
syukurlah masih datang kantuk
hingga tak penting lagi esok
Label:
untitLed
Senin, 01 Desember 2008
ketika ia perlahan pergi
Seringkali Tuhan menempatkan kita pada situasi yang sulit dimengerti. Seperti beberapa waktu yang lalu, ketika seorang sahabat mulai berubah jati diri. Entah sengaja atau tanpa sadar. Saat itu saya sebagai sahabatnya malah memilih untuk hidup dalam kungkungan keegoisan saya sendiri. Merasa tak mampu menolongnya, walaupun sekedar niatan. Sungguh saat-saat yang buruk di mana pada akhirnya tanpa sadar kita akan kehilangan mereka dengan cara yang begitu halus. Membayangkan saat membuka pintu rumah, mereka tak ada lagi di teras untuk menunggu kita. Menemukan lagi momen sendu bersama musik jam dinding, memaksaku tetap bertahan dalam keegoisan melankol yang sebenarnya tak akan jadi solusi apapun selain bertambah luasnya ruang privasi diri. Keluarkan aku dari ruang ini, Teman..
Label:
sHit spOt.
untuk Wijil
sssst..
saya tau nikmatnya
kau tertawalah
sssst..
saya tau perihnya
biar menangislah
sssst..
saya tau sakitnya
obatilah
sssst..
tak usah bercerita
simpan saja
sssst..
tersenyumlah
saya tau nikmatnya
kau tertawalah
sssst..
saya tau perihnya
biar menangislah
sssst..
saya tau sakitnya
obatilah
sssst..
tak usah bercerita
simpan saja
sssst..
tersenyumlah
Langganan:
Komentar (Atom)
